Mengenal Oscar Wilde

Siapa yang tidak mengenal pria satu ini, apalagi penyuka drama dan puisi indah. Karya Oscar Wilde di tahun 1890-an pun masih banyak digunakan hingga saat ini – baik sebagai “hiasan” di setiap sudut perpustakaan, di rangkaian cerita remaja, tertulis cantik di tembok kedai kopi, hingga kalimat penyemangat di atas matras yoga.

Saking bagusnya kalimat yang Oscar Wilde tuliskan ini sehingga kita pun sering rephrase tanpa perlu menyebutkan lagi originalitas-nya. Super!

Siapa yang belum pernah membaca atau mendengar quote Oscar Wilde yang satu ini:

Be yourself; everyone else is already taken. – Oscar Wild

Sebuah pernyataan yang begitu dalam artinya dahulu bahkan saat ini. Mungkin, kalau kita renungkan kembali, Oscar menuliskan kalimat tersebut di tahun 1860-an, itu artinya sudah 160-an tahun berlalu.. tapi kok masih related ya? Apakah manusia tidak secepat itu belajar dari sejarah / masa lalu?

Menarik! 160 tahun yang lalu, ternyata kita juga pernah mengalami struggle menjadi diri kita sendiri yang sepertinya masih dengan sebab yang sama, antara lain:

  1. Tuntutan dalam keluarga untuk menjadi pribadi yang mereka inginkan; dan menjadi penentu seberapa penurut dan baiknya dirimu.
  2. Tuntutan dalam masyarakat untuk meniru tokoh-tokoh tertentu; terutama yang terkenal karena power-nya atau karyanya.
  3. Kita tidak mengenal diri kita sendiri; bahkan tidak mencoba untuk mengenal karena bias yang terjadi.
  4. Mengidolakan seseorang hingga tanpa sadar kita mencoba untuk mengcopy-nya bukan untuk sekedar memperhatikannya.
  5. Peraturan bodoh yang tidak mengijinkan kita menjadi diri sendiri; seperti menistakan hal yang dianggap normal.
  6. dan seterusnya..

Sepertinya, poin-poin di atas mampu men-trigger sisi humanis yang dimiliki Oscar Wilde untuk mengingatkan dan mengajak setiap orang untuk menjadi dirinya sendiri. Ironis-nya, Oscar yang mencoba menjadi dirinya sendiri pun memang menerima konsekuensi maksimal dengan menghabiskan 2 tahun hidupnya di penjara. Tapi kalau kita mau coba pahami, Oscar tidak menyesal dengan hidupnya sebelum dia masuk dalam penjara, karena dia telah menjalani dan memilih untuk menjadi dirinya sendiri.

Nah, kembali ke kita masing-masing sekarang. Kira-kira, apakah kita pada akhirnya akan memilih untuk menjadi diri kita sendiri dan menjalaninya hingga ajal menjemput atau kita… memilih cara aman dengan menjadi orang lain?

to be continued…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s